Air Mata dari Mata Hati

Jika benar ini dan itu adalah pilihan,
maka pilihan sungguh membutuhkan sebuah keputusan

dan…

sebuah keputusan tak ‘kan pernah berarti,
tanpa adanya sebuah tanggung jawab dari diri

Saat diri bertanya tentang;
sosok yang menjadi inspirasi hidup,
sosok yang menyembuhkan luka kekosongan,
sosok yang mampu menjawab; ‘Siapa Aku?
melawan ke-Aku-an yang angkuh,
dari luar diri mereka…

Sungguh…
Benar atau salahkah
Aku, Kamu, atau Mereka…
Bertanyalah dulu tentang; ‘Siapa Aku?

Dari Hamba,
yang merindukan air mata dari mata hati

Muhamad Muzayin. Jogja, Sept 2007.

What Do You Think?