Wednesday, 03 December 2014

Jenis-jenis Gelombang Otak

Jenis Gelombang Otak

Neurotherapy: Frekuensi gelombang otak yang terekam oleh EEG.

1. GELOMBANG BETA

Kondisi gelombang otak Beta (13-30 Hz) menjaga pikiran kita tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak Anda akan mudah melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan menghasilkan solusi-solusi serta ide-ide baru. Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja, belajar untuk ujian, persiapan presentasi, atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi. Pada kondisi ini otak kita berusaha menganalisa setiap informasi yang mana baik untuk disimpan dalam bank memory atau yang tidak perlu disimpan.

Karakteristik:

  • Sikap: waspada, konsentrasi
  • Berada pada frekuensi 13-30 Hz
  • Kerapatan frekuensinya sangat rapat
  • Kondisi terjaga: tegang, konsentrasi tinggi
  • Aktivitas: mengerjakan proyek rumit, olahraga, berdebat, dll.

2. GELOMBANG ALPHA

Gelombang otak Alpha (8-13 Hz) sangat kontras dibandingkan dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang kreativitas kita. Biasa disebut kondisi trance dimana pikiran dan tubuh kita merasa sangat rileks dan santai namun fokus. Pada kondisi ini sangat cocok untuk memberikan sugesti positif bagi seseorang.

Karakteristik:

  • Sikap: kreativitas, relaksasi, visualisasi.
  • Berada pada frekuensi 7-13 Hz
  • Kerapatan frekuensinya agak renggang dibanding betha
  • Kondisi terjaga: waspada tapi rileks dan santai, tidur ayam
  • Aktivitas: Memecahkan masalah, belajar ideal, menulis, membaca, menonton tv, bermain games, dll.

3. GELOMBANG THETA

Lebih lambat dari Beta, kondisi gelombang otak Theta (4-8 Hz) muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi “senjakala” (twilight) dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran. Pada kondisi ini adalah saat yang tepat untuk melakukan hypnotherapy (terapi psikis & mental dengan metode hipnotis)

Karakteristik:

  • Sikap: relaksasi mendalam, meditasi, peningkatan memori.
  • Berada pada frekuensi 3,5 – 7 Hz
  • Kerapatan frekuensinya renggang
  • Kondisi setengah terjaga: santai, mengantuk, tidur mengalami mimpi
  • Aktivitas: Mencari ide kreatif, melamun, dll.

4. GELOMBANG DELTA

Kondisi Delta (0.5-4 Hz), saat gelombang otak semakin melambat, sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat dalam. Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi dengan pelepasan hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone), yang bermanfaat dalam penyembuhan. Kondisi Delta, jika dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar. Kondisi Delta juga sering dihubungkan dengan manusia-manusia yang memiliki perasaan kuat terhadap empati dan intuisi. Pikiran dan tubuh benar-benar dalam kondisi full relaks sehingga menghiraukan kondisi sekitar. Pada kondisi ini tubuh melakukan self healing.

Karakteristik:

  • Sikap: penyembuhan, tidur sangat nyenyak.
  • Berada pada frekuensi 0,5 – 3 Hz
  • Kerapatan frekuensinya sangat renggang
  • Kondisi tidak terjaga: sensor indrawi dengan luar terputus
  • Aktivitas: tidur nyenyak tanpa mimpi (tidur kebo), koma.

Sumber:
– Kaskus: http://goo.gl/BnUzFM
– Neurotherapy: http://goo.gl/JgIMYq